Rintisan

Posted in
by SMAN 1 PASAWAHAN

Respon terhadap kecepatan perubahan global sangat tergantung pada kualitas sumberdaya manusia dan pendidikan yang berperan strategis dalam upaya membentuk manusia yang berkualitas.

Sekolah sebagai Institusi penyelenggaraan pendidikan merupakan wadah tempat proses pendidikan yang memenuhi sistem yang kompleks dan dinamis. Di dalam kegiatan sekolah adalah mengelola sumber daya manusia yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat.
Telah diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003, pada Bab II pasal 3 dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemamapuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, reatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional, tugas sekolah adalah mengembangkan potensi peserta didik secara optimal yang memiliki kemampuan untuk hidup di masyarakat dan ikut mensejahterakan masyarakat.
Peraturan Pemerintah nomor 25 Tahun 2000 tentang kewengan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom, khususnya dibidang pendidikan dan kebudayaan menyatakan bahwa wewenang pemerintah pusat diantaranya adalah menetapkan standar kompetensi peserta didik dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaanya. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih focus pada proses pembelajaran di kelas. Ini berindikasi bahwa otonomi sekolah dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang merupakan kewenangan sekolah untuk mengatur, mengelola dan melaksanakan penyelenggaraan pendidikan secara mandiri, pada pelaksanaannya proses pembelajaran dalam hal ini guru harus diberi keleluasaan dalam menentukan dan mengembangkan silabus dan memilih strategi pembelajaran dan system penilaiannya.
SMA Negeri 1 Pasawahan sebagai lembaga pendidikan yang memiliki visi membangun unggul prestasi, luhur dalam peradaban bangsa di landasi keimanan dan ketaqwaan dalam upaya untuk mengantarkan peserta didik mencapai apa yang dicita-citakan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. SMA Negeri 1 Pasawahan terus berupaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup dalam menghadapi tangtangan global.
Dalam meningkatkan proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan berbagai model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga peserta didik memiliki motivasi yang lebih besar, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan di SMA Negeri 1 Pasawahan merencanakan program peningkatan profesionalisme guru melalui kegiatan pelatihan, hous training, dan menghadirkan nara sumber. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan mendorong siswa untuk melanjutkan keperguruan tinngi dan dunia kerja.
Secara objektif banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan antara lain adalah kualitas sumber daya manusia pendidik, siswa, sarana dan prasarana dalam pendukung pembelajaran pada prosesnya yang diharapkan tidak saja melalui tranpormasi secara teori tapi lebih menekankan pada transpormasi praktek, outputnya siswa mampu mengimplementasikan dalam menjawab tangtangan global. Sedangkan mutu pendidikan tanggung jawab bersama-sama antara sekolah, pemerintah dan masyarakat secara tranparansi, objektifitas dan akuntabilitas
Paradigma baru disentralisasi pendidikan yang menekankan tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta secara teknis dalam melaksanakan tujuan pendidikan nasional sesuai dengan undang – undang yang berlaku. Di dalam pengelolaan pendidikan dengan adanya desentraliasasi, hal tersebut dapat diimplikasikan bahwa SMAN I Pasawahan memerlukan perhatian berbagai pihak (Stake Holder), sekolah dalam hal melihat daya dukung yang sangat posistif, sekolah dengan kondisi saat ini perlu mengembangkan suatu model sekolah yang mampu mengakomodir kebutuhan perguruan tinggi mapun dunia kerja dengan model Sekolah Standar Nasional (SSN) dalam peningkatan mutu pendidikan. Melalui Perluasan dan Peningkatan Mutu Sekolah Menengah Atas dengan Bantuan Block Grant Sekolah Kategori Mandiri / Sekolah Standar Nasional Tahun Anggaran 2008.