Latar Belakang

Posted in
by SMAN 1 PASAWAHAN

A.     Latar Belakang

Sekolah sebagai Institusi penyelenggaraan pendidikan merupakan wadah tempat proses pendidikan yang memenuhi sistim yang kompleks dan dinamis. Di dalam kegiatan sekolah adalah mengelola sumber daya manusia yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat.
Secara objektif  banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan antara lain  adalah kualitas sumber daya manusia pendukung pembelajaran  melalui Bantuan Sarana dan Prasarana Pusat Sumber Belajar (PSB) Berbasis TIK pada prosesnya  yang diharapkan tidak saja melalui tranpormasi secara teori tapi lebih menekankan pada transpormasi praktek, outputnya siswa mampu mengimplementasikan dalam menjawab tangtangan global. Sedangkan mutu pendidikan tanggung jawab bersama-sama antara sekolah, pemerintah dan masyarakat secara  tranparansi, objektifitas dan akuntabilitas.
Dalam meningkatkan mutu pendidikan proses penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan semakin luas dalam penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan, peran dan sumbangan teknologi pendidikan yang paling berperan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran adalah dilaksanakannya system pendidikan terbuka (open learning) atau pendidikan/belajar jarak jauh (distance education), sebagai jaringan pembelajaran yang bersifat inovatif dalam system pendidikan.
Pusat sumber belajar   akan berdampak positif dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung lebih baik, dimana akan terbentuk pembelajaran aktif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM) yang sesuai dengan kebutuhan.  Dan dampak negativenya, guru memiliki tugas yang tidak mudah dalam menentukan sumber belajar maupun media belajar yang sesuai dengan pembelajaran yang akan diberikan. Sejalan dengan pendapat Fasli Jalal, Ph.D menyatakan bahwa kondisi sekolah saat ini menghasilkan “out-put siswa” dengan dimensi sebagai berikut: 1) dimensi kognitifke arah hapalan, 2) dimensi keterampilan kea rah mekanistik, 3) dimensi nilai sudah terbaikan, dan 4) dimensi hubungan (ranah interaktif kurang mendapat perhatian).
Dari pendapat di atas bahwa out-put siswa merupakan keluaran yang mampu di implementasikan oleh siswa dalam konteks interaksi social dalam mengikuti perkembangan kini dan kedepan yang berorientasi pada keunggulan local berbasis global.
            Paradigma baru disentralisasi pendidikan yang menekankan tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta secara teknis dalam melaksanakan tujuan pendidikan nasional sesuai dengan undang – undang yang berlaku. Di dalam pengelolaan pendidikan dengan adanya desentraliasasi, hal tersebut dapat diimplikasikan bahwa SMA I Pasawahan yang relatif sangat muda memerlukan perhatian berbagai pihak (Stake Holder), sekolah mengambil skala prioritas dalam peningkatan mutu pendidikan Melalui Block Grant Pusat Sumber Belajar (PSB) Berbasis Teknologi Informasi dan Komputer (TIK).
B.     Dasar Hukum
  1. Undang – Undang  Otonomi Daerah No. 32  Tahun 2004, tentang pemerintahan daerah
  2. Undang – Undang No. 25 Tahun 1999, tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah
  3. Undang – Undang No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
  4. Peraturan Pemerintah  RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor : 41 Tahun 2007, tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
  6. Program pengembangan Pendidikan Berbasis Luas (Broad Based Education/BBE) kecakapan hidup Life Skill/LS) di sejumlah SMA yang dilaksanakan pada tahun 2003 dan 2004,  dan pada tahun 2006
  7. Visi, Misi  Dinas Pendidikan  Kabupaten Purwakarta
  8. Rencana Induk Pengembangan  SMA  1 Pasawahan  Tahun 2009/2010
c.       Tujuan Sekolah
Bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Tujuan SMAN I Pasawahan meliputi :
1.      Mengembangkan potensi siswa yang memiliki penguasaan pengetahuan dan bidang studi kompetensi (kemampuan dimensi kognitif)
2.      Mengembangkan keterampilan siswa dalam meningkatkan life skill, berfikir kreatif, dan inofatif.
3.      Meningkatkan nilai-nilai  sikap pada dirinya sendiri, pada orang lain, lingkungan, dan moral etos kerja.
4.      Menjalin kerja sama dengan yang interaktif, dialogis, dan terbuka.
5.      Proses belajar mengajar dengan pengembangan  pembelajaran berbasis TIK.